Cara Balik Nama Sertifikat Tanah di Tahun 2018

Investasi merupakan salah satu hal penting yang sebaiknya Anda lakukan sebagai tabungan di masa depan. Selain itu, investasi ini juga berguna untuk memenuhi kebutuhan mendadak yang bisa datang kapan saja. Saat ini sudah banyak jenis investasi yang dilakukan oleh seseorang sebagai bentuk simpanan masa depannya, antara lain dalam bentuk bisnis, emas, maupun di bidang properti. Ketiga bentuk investasi tersebut memang yang paling diminati sekarang ini.

Berbeda dengan sekedar memiliki uang, berinvestasi berarti Anda dapat menambah pundi-pundi rupiah Anda karena harga dari barang investasi yang Anda miliki akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. Begitu pun dengan harga tanah. Properti merupakan sumber daya yang sangat dibutuhkan sekarang ini. Mengingat laju pertambahan penduduk yang tentu saja meningkatkan kebutuhan akan tempat tinggal, tidak heran jika harga tanah terus menerus meningkat. Sehingga, meskipun dibiarkan begitu saja, kepemilikan tanah tentu saja sangat menjanjikan.

Artikel ini akan memberikan informasi kepada Anda terkait dengan serba serbi jual beli tanah, prosedur untuk balik nama sertifikat tanah, biaya yang dibutuhkan, hingga manfaat dari balik nama sertifikat tanah ini.

Pertama-tama, tulisan ini akan membahas manfaat dari balik nama sertifikat tanah yang segera dilakukan sesaat setelah transaksi jual beli selesai dilaksanakan. Ketika Anda membeli tanah dan secara sah tanah tersebut telah menjadi hak milik Anda dan bahkan Anda telah memegang Surat Akta Jual Beli (AJB) dari tanah tersebut, maka belum lengkap rasanya apabila Anda belum balik nama sertifikat tanah yang baru saja Anda beli. Sebab, sertifikat tanah merupakan bukti yang paling kuat atas kepemilikan tanah. Dalam bisnis jual beli properti seperti membeli rumah baru, tanah, ataupun jenis properti lainnya, haruslah dituntaskan dengan mengurus aspek yuridis atau hukumnya. Sehingga, jika di kemudian hari terjadi permasalahan dengan tanah yang Anda miliki, klaim, atau bahkan sengketa, maka secara hukum Anda berada pada posisi yang benar atau legal sebagai pemilik tanah tersebut. Hal ini tentu saja mengurangi kerugian yang mungkin saja Anda terima di kemudian hari.

Prosedur atau cara balik nama sertifikat tanah sebenarnya sangatlah mudah. Apabila Anda tidak ingin mengalami kesusahan atau kerepotan, Anda bisa saja menyerahkan urusan ini kepada notaris. Meskipun demikian, akan lebih balik apabila Anda memahami atau mungkin sekedar mengenali seluk beluk urusan hukum yang berkaitan dengan balik nama sertifikat tanah. Sehingga Anda dapat mengontrol secara langsung proses balik nama sertifikat tanah itu sendiri.

Sebagai permulaan, artikel ini akan membahas mengenai dokumen apa saja yang harus Anda siapkan sebelum melakukan proses balik nama sertifikat tanah. Adapun dokumen yang harus Anda siapkan ini dibagi menjadi dua dokumen, yakni dokumen-dokumen tanah tersebut dan dokumen-dokumen identitas Anda. Dokumen tanah terdiri atas:

  • Bukti pembayaran PBB selama 5 tahun
  • Sertifikat tanah (asli)
  • Surat Akta Jual Beli (AJB)
  • Surat Pengantar dari PPAT
  • Izin Mendirikan Bangunan (asli, bila ada)
  • Bukti pembayaran rekening listrik, air, dan/atau telefon (bila ada)
  • Surat hipotek (jika memiliki kaitan dengan pihak perbankan)

Itulah dokumen tanah yang dibutuhkan. Kemudian, setelah dokumen tanah tersebut, ada pula dokumen identitas pemilik yang harus Anda siapkan. Apabila pemilik tanah adalah perorangan, maka yang harus disiapkan adalah Fotokopi KTP suami dan istri serta fotokopi KK dan akta nikah. Sedangkan jika pemilik tanah adalah perusahaan, maka yang harus disiapkan adalah fotokopi KTP Direksi dan Komisari Perusahaan serta fotokopi AD/ART Perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM.

Apabila semua dokumen telah disiapkan, maka yang harus dilakukan pertama adalah membawa dokumen-dokumen tersebut ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Di Kantor BPN, Anda harus mengisi formulir permohonan balik nama. Pastikan untuk mengisi data-data di dalam dokumen tersebut dengan lengkap. BPN akan mencoret pemegang hak yang lama dan menggantinya sesuai dengan permohonan Anda. Biasanya, proses ini akan memakan waktu selama 2 minggu.

Setelah membahas mengenai manfaat dan cara balik nama sertifikat tanah, dokumen apa saja yang harus Anda siapkan dan bagaimana prosedur nya, maka paragraf berikutnya akan membahas mengenai besar biaya yang dibutuhkan untuk melewati proses balik nama sertifikat tanah.

Pertama, biaya pengecekan keabsahan sertifikat. Terlalu banyak kasus penipuan jual beli tanah di luar sana dengan memalsukan sertifikat tanah. Sebagai orang awam, mungkin kita akan sulit untuk membedakan sertifikat tanah yang asli dengan yang palsu. Oleh karena itu, kita membutuhkan orang yang ahli di dalam bidang ini untuk memastikan apakah sertifikat tanah yang diperlihatkan oleh penjual adalah sertifikat tanah yang asli ataupun yang palsu. Jasa seseorang ini tentu saja membutuhkan biaya sekitar Rp 25.000,00 hingga Rp 100.000,00, biasanya tergantung dengan seberapa besar bidang tanah yang akan kita beli. Semakin tinggi harga tanah, maka jasa pengecekan sertifikat tanah pun biasanya akan semakin mahal. Namun sebenarnya, metode pengecekan ini bersifat opsional. Apabila Anda sudah sangat yakin dengan keaslian sertifikat tanah atau penjual tanah merupakan orang yang sangat Anda percayai, maka Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk ini.

Kedua, biaya yang dibutuhkan adalah biaya AJB. Transaksi jual beli properti akan lebih aman dan terjamin apabila tercatat di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau Notaris. Biaya yang dibutuhkan untuk pencatatan di hadapan PPAT dan Notaris ini biasanya membutuhkan biaya berkisar 0,5% hingga 1% dari NJOP.

Selain itu, jika Anda ingin melakukan proses balik nama sertifikat tanah melalui jasa PPAT atau Notaris, maka biayanya pun akan berbeda lagi. Dari satu notaris dengan notaris yang lain memiliki harga yang bervariasi, tergantung dengan kesepakatan yang Anda buat dengan notaris tersebut. Semakin pandai Anda dalam menawar harga, maka besar kemungkinan Anda mendapatkan harga yang lebih murah pula.

Demikianlah sedikit informasi mengenai cara balik nama sertifikat tanah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan menghindarkan Anda dari penipuan-penipuan yang terjadi seputar jual beli properti.

You May Also Like

About the Author: fath

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *