Cara Membuat Akta Kelahiran

Akta kelahiran merupakan salah satu dokumen penting bagi anak khususnya yang berusia di bawah 17 tahun atau belum mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kewajiban Warga Negara Indonesia (WNI) untuk mendaftarkan anggota keluarga barunya kepada negara diatur dalam UU no. 3 Pasal 27 ayat (1) Tahun 2006. Di dalam peraturan tersebut tertulis bahwa apabila WNI memiliki anggota keluarga baru maka harus didaftarkan selambat-lambatnya 60 hari setelah hari kelahiran. Dengan memiliki akta kelahiran, maka anak tersebut telah dianggap legal sebagai WNI. Hal ini dikarenakan setelah memiliki akta kelahiran, anak tersebut masuk ke dalam Kartu Keluarga (KK) dan mendapat Nomor Induk Kependudukan (NIK). Mengingat pentingnya keberadaan akta kelahiran tersebut, maka artikel ini pun hendak membahas mengenai cara membuat akta kelahiran.

Sebelumnya, membuat akta kelahiran biasa dilakukan di kelurahan masing-masing, namun tidak demikian dengan sekarang yang secara langsung didaftarkan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Lalu, bagaimanakah cara membuat akta kelahiran tersebut? Bagaimana prosedurnya? Dan apa saja syarat administratif yang diperlukan?

Secara umum, cara membuat akta kelahiran dilakukan dengan memenuhi syarat-syarat di bawah ini, yaitu:

  1. Surat pengantar RT/RW

Syarat pertama yang harus Anda siapkan ketika hendak membuat akta kelahiran ialah meminta surat pengantar dari RT atau RW yang menyatakan bahwa telah terjadi kelahiran secara sah.

  1. Surat Keterangan Kelahiran

Syarat berikutnya ialah adanya Surat Keterangan Kelahiran. Surat keterangan ini biasanya dikeluarkan oleh dokter, bidan, atau  rumah sakit tempat Anda melakukan persalinan. Dalam beberapa kasus luar biasa, surat keterangan juga bisa dikeluarkan oleh pilot atau nahkoda apabila kelahiran terjadi di atas pesawat atau kapal laut.

  1. KK atau Surat Keterangan Susunan Keluarga Penduduk Non Permanen (SKSKPNP) asli dan fotokopi

Cara membuat akta kelahiran selanjutnya adalah dengan memfotokopi KK serta membawa dokumen aslinya. Apabila Anda hanya tinggal di daerah tersebut sementara, maka Anda dapat menggunakan SKSKPNP.

  1. KTP suami-istri atau Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS) asli dan fotokopi 2 lembar

Anda wajib menyertakan KTP dari suami-istri apabila daerah tersebut merupakan daerah tempat tinggal permanen Anda atau SKDS apabila Anda berada pada daerah tinggal sementara.

  1. Fotokopi buku nikah Kantor Urusan Agama (KUA) atau Akta Pernikahan dari Catatan Sipil sebanyak 2 lembar

Untuk membuktikan bahwa anak yang akan didaftarkan adalah anak yang legal atau sah dari pasangan suami-istri yang telah sah menikah di mata agama maupun di mata hukum, maka orang tua anak tersebut wajib menunjukkan fotokopi buku nikahnya atau Akta Pernikahan yang telah dimiliki sebelumnya.

  1. Fotokopi Akta Kelahiran suami-istri 2 lembar

Selanjutnya, cara membuat akta kelahiran adalah dengan memfotokopi akta kelahiran dari orang tua anak tersebut sebanyak 2 lembar.

  1. Fotokopi paspor

Syarat yang ketujuh ini dikhususkan bagi anak yang memiliki orang tua berstatus Warga Negara Asing (WNA). Maka, WNA tersebut haruslah menunjukkan fotokopi paspornya yang masih aktif tentu saja.

  1. Saksi dan Fotokopi KTP yang bersangkutan

Dalam membuat akta kelahiran, dibutuhkan 2 orang saksi untuk menyatakan sah nya kelahiran anak tersebut dengan menyertakan fotokopi KTP dari dua orang saksi tersebut. Sebenarnya, ketentuan ini berbeda-beda di setiap daerahnya. Ada sejumlah daerah yang mengharuskan saksi hadir di dalam prosedur pembuatan akta kelahiran, namun ada juga yang tidak harus menghadirkan saksi melainkan hanya melampirkan fotokopi KTP dari orang yang bersnagkutan.

  1. Surat Keterangan dari Kepolisian

Apakah fungsi sebenarnya dari surat keterangan dari kepoliisan? Di dunia ini tentu saja ada anak-anak yang kurang beruntung. Di Indonesia sendiri, masih banyak kasus di mana orang tua justru ‘membuang’ anaknya sendiri dengan cara diberikan kepada Panti Asuhan tertentu atau menggunakan banyak cara lainnya. Surat keterangan dari kepolisian ini pun dibutuhkan untuk membuat akta kelahiran bagi anak-anak yang tidak diketahui pasti asal-usulnya, seperti dari mana asalnya, siapa orang tua nya, dan lain-lain.

  1. Surat keterangan dari lembaga sosial khusus

Berbeda dengan surat keterangan dari kepolisian, surat keterangan yang satu ini biasanya didapat ketika orang tua memutuskan untuk mengadopsi seorang anak. Untuk mengadopsi anak, tentu saja orang tua memilih lembaga sosial yang terpercaya dan kredibel sehingga anak-anak di dalamnya pun benar-benar terawat. Untuk membuat akta kelahiran dari adopsi ini, perlulah dilampirkan surat keterangan dari lembaga sosial khusus tempat anak ini diadopsi.

  1. Surat kuasa bermaterai Rp 6.000

Formulir permohonan pencatatan kelahiran bermaterai Rp 6.000

Demikianlah 12 syarat administratif mengenai cara membuat akta kelahiran. Mengingat cukup banyaknya syarat administratif yang harus Anda siapkan sebelumnya, maka, Anda harus benar-benar cermat di dalam menyusun persyaratan-persyaratan tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa akan lebih praktis apabila diserahkan pada jasa membuat akta kelahiran, namun apabila Anda dapat melakukannya sendiri, mengapa tidak? Lagi pula secara umum cara membuat akta kelahiran merupakan hal yang sangat mudah yakni tinggal melengkapi persyaratan yang dibutuhkan dan mengikuti alur prosedur di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang mana pasti ada petugas yang membantu untuk mengarahkan Anda harus ke mana.

Kini saatnya untuk melengkapi dokumen-dokumen wajib anggota keluarga Anda, terutama seorang anak yang baru saja lahir. Dengan kelegalan seorang anak di mata negara tentu saja akan membuat mereka mudah dalam segala urusan administratif di negara ini di masa depannya.

You May Also Like

About the Author: fath

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *