Cara Membuat e-KTP Seumur Hidup

e-KTP atau KTP elektronik adalah sebuah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan atau pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional.

Warga Negara Indonesia hanya diperbolehkan memiliki satu kartu tanda penduduk (KTP) yang tercantum dalam Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK sendiri merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup. E-KTP menjadi wajib sejak keluarnya Peraturan Presiden No 112 Tahun 2013 yang menyebutkan bahwa mulai 1 Januari 2015 semua penduduk harus memiiki KTP elektronik.

Sejak tahun 2011, pemerintah sudah menggemborkan pembuatan KTP elektronik wajib untuk Warga Negara Indonesia (WNI). Walaupun hampir seluruh warga Indonesia, KTP masih berlaku hingga beberapa tahun lagi. Hingga mereka harus mengkonversi dari KTP konvensional ke KTP elektronik.

Di dalam e-Ktp terdapat chip yang berisikan data dari pemilik e-KTP seperti sidik jari, kode retina mata, tanda tangan, postur wajah, dan informasi lainnya seperti nama, golongan darah, alamat, pekerjaan, status pernikahan, agama. Pada e-KTP identitas pemilik akan berbeda dengan orang lain sehingga tidak mungkin adanya e-KTP ganda.

Nantinya NIK yang tertera di e-KTP akan dijadikan sebagai dasar penerbitan paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak, Polis Asuransi, sertifikat atas jenis pengamanan dengan cara ini antara lain telah memiliki sidik jari, retina mata, DNA, bentuk wajah, dan bentuk gigi. Namun yang digunakan pada e-KTP adalah sidik jari. Selain itu e-KTP juga berlaku nasional sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal jika untuk pengurusan izin, pembukaan rekening bank dan pembuatan paspor di semua daerah dan lain-lain. Dengan e-KTP juga bisa mencegah KTP ganda sehingga terciptanya keakuratan data penduduk untuk mendukung program pembangunan.

Kartu Tanda Penduduk atau KTP dengan masa berlaku jenis e-KTP terbaru adalah seumur hidup. Format tersebut mulai dirilis sejak tahun 2012. Ciri utama KTP seumur hidup adalah pada bagian informasi data diri tidak lagi mencantumkan masa beraku kepemilikan KTP. Landasan hukum tanda pengenal tersebut tercantum dalam Undang-Undang Nomor 25/2013 tentang Administrasi Kependudukan. Meski berlaku seumur hidup, pemilik KTP wajib mengganti e-KTP miliknya jika terjadi perubahan terkait status perkawinan, alamat, serta kehilangan. Namun, jika Anda masih memiliki e-KTP dengan format lama yang mencantumkan tahun masa berlaku, sebaiknya tidak perlu terburu-buru mengganti dengan e-KTP baru. Gunakanlah e-KTP tersebut hingga masa berlakunya habis, sebab e-KTP format lama masih diakui dan memiliki fungsi yang sama seperti e-KTP baru.

Bagi Anda yang berencana mengurus e-KTP baru atau memperpanjang e-KTP, berikut ini persyaratan dan prosedur pengurusannya. Untuk membuat e-KTP baru tanpa sesuai domisili diantaranya:

  1. Telah berusia 17 tahun.
  2. Surat pengantar RT/ RW.
  3. Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  4. Fotokopi Kutipan Akte Nikah/ Akta Kawin bagi penduduk yang belum berusia 17 tahun.
  5. Formulir permohonan KTP.

Dan untuk persyaratan melakukan perpanjangan e-KTP:

  1. KTP yang telah habis masa berlakunya.
  2. Surat pengantar RT/RW.
  3. Fotokopi KK.
  4. Formulir permohonan KTP.
  5. Bagi Wajib KTP Pemula yang belum pernah melakukan perekaman data, pemohon bisa datang sendiri dan tak bisa diwakilkan ke tempat perekaman data kependudukandi Kecamatan atau dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Capil) setempat untuk melakukan rekam data atau foto.
  6. Bagi orang asing tinggal tetap bisa melampirkan fotokopi dokumen imigrasi seperti paspor, Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP), Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKKT), Buku Pengawasan Orang Asing.
  7. Sementara bagi warga Indonesia yang baru datang dari luar negeri wajib melampirkan Surat Keterangan Datang Keluar Negeri (SKDLN).

Sedangkan untuk prosedur membuat e-KTP baru atau perpanjangan, diantaranya:

  1. Datang ke Kantor Kelurahan/ Kecamatan/ Kantor Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) setempat untuk lapor diri.
  2. Ambil Nomor Antrean. Setelah mengambil nomor antrean, Anda harus mengumpulkan berkas dokumen persyaratan di loket yang ditentukan. Kemudian tunggu pemanggilan nomor antrean Anda. Petugas akan melakukan verifikasi data penduduk dari Kartu Keluarga melalui pengecekan database kependudukan.
  3. Pengambilan Foto dan Data Biometrik. Pengurusan e-KTP tidak dapat diwakilkan. Petugas akan melakukan pengambilan foto secara digital. Kemudian pengambilan tandatangan pada alat perekam tandatangan elektronik, perekaman data sidik jari tangan (sidik jempol tangan kanan dan kiri, jari telunjuk kanan dan kiri), lalu proses scan retina (iris) mata. Jika sudah seesai pendataan, petugas akan membubuhkan tandatangan dan stempel pada surat panggilan yang sekaligus sebagai tanda bukti bahwa penduduk telah melakukan perekaman foto, tandatangan, scan retina, dan sidik jari. Seluruh proses perekaman data e-KTP memerlukan waktu sekitar 10-15 menit.
  4. Pengambilan e-KTP. Setelah perekaman semua data selesai, e-KTP akan dicetak. Proses pembuatan hinggan pencetakan e-KTP memerlukan hingga 14 hari. Beberapa kendala umum dalam memproses e-KTP, antara ain perbedaan data diri, kepemilikan KTP ganda, minimnya ketersediaan blangko e-KTP atau kerusakan pada alat pencetak e-KTP. Pada beberapa wilayah Jakarta, e-KTP bisa selesai dalam waktu satu hari, asalkan semua persyaratan lengkap, fasilitas pembuatan e-KTP tersedia dan berfungsi dengan baik.

Seluruh proses pembuatan e-KTP tanpa sesuai domisili ini tidak dipungut biaya yakni gratis. Para petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di setiap Kelurahan telah mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat. Selain gratis, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas layanan e-KTP melalui mobil keliling dan bank. Hadirnya dua layanan pendukung tersebut diharapkan semakin mempermudah akses masyarakat hingga pelosok Tanah Air agar memiliki kartu identitas nasional. Berikut ini sedikit penjelasan tentang 2 fasilitas tersebut:

  1. Mobil Keliling e-KTP, melayani perekaman e-KTP hingga pencetakan e-KTP mulai dari Senin-Jumat atau Sabtu-Minggu. Layanan mobil keliing e-KTP masih terbatas, hanya tersedia di wilayah DKI Jakarta, Semarang, Bandung, dan Tangerang. Anda bisa memanfaatkan layanan mobil keliling dalam membuat e-KTP seumur hidup dan atau memperpanjang. Jadwal dan lokasi kedatangan mobil keliling bisa diakses melalui kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
  2. Pembuatan e-KTP seumur hidup juga bisa dilakukan diakukan di bank. Terdapat tempat bank umum yaitu Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), Ban Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI); kemudian ada juga di 25 Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang siap melayani pengurusan e-KTP. Kerjasama dengan pihak bank bertujuan mempermudah penduduk dalam melakukan transaksi perbankan. Misalnya untuk pengajuan kredit atau pembukaan perbankan. TAPI INGAT, cara ini belum direkomendasikan untuk Anda karena ketika hal ini dikonfirmasikan kepada bank, seperti BCA, layanan cal center customer service BCA yang dihubungi melalui 021-1500 888 pada rabu 16 Maret 2016, menjelaskan berdasarkan data BCA, belum ada pelayanan jasa pembuatan e-KTP. Nantinya, jika ada peraturan atau prosedur baru terkait hal ini, akan diinformasikan kembali. Begitupun sama terjadi pada saat melakukan konfirmasi ke bank Mandiri melalui call center di 021-1400.

You May Also Like

About the Author: Rosianag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *