Cara Membuat SIM di Tahun 2018

Menurut Pasal 77 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009, setiap pengendara kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki sebuah dokumen yang bernama Surat Izin Mengemudi (SIM). Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa jenis SIM yang digolongkan berdasarkan jenis kendaraan bermotor yang dikendarai. Secara umum, SIM dibagi menjadi 2 jenis yakni SIM untuk mengemudikan kendaraan bermotor perseorangan dan SIM untuk mengemudikan kendaraan bermotor untuk umum. Di dalam artikel ini, akan secara khusus membahas jenis SIM yang pertama yakni SIM untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang bersifat perseorangan. Lebih khusus lagi, artikel ini akan membahas mengenai cara membuat SIM C dan SIM A perseorangan.

Di dalam jenis SIM untuk mengemudikan kendaraan bermotor perseorangan, terdapat jenis SIM A dan SIM C. SIM A untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3.500 kg. Sedangkan SIM C untuk mengendarai sepeda motor. Dengan kata lain, apabila Anda hendak mengendarai kedua jenis kendaraan tersebut, maka, Anda haruslah juga memiliki kedua jenis SIM tersebut.

Syarat utama ketika hendak membuat SIM adalah batas minimal umur ketika membuat SIM. Untuk SIM A dan SIM C, batas minimal umur untuk membuat SIM adalah 17 tahun dan memenuhi beberapa syarat administratif seperti KTP, formulir permohonan, surat keterangan sehat, dan kelulusan pada setiap ujian.

Untuk memudahkan pembuatan SIM di Indonesia, kini pembuatan SIM tersebut dapat dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia. Selain itu, Anda juga dapat melakukan pendaftaran secara online melalui laman resmi yakni http://sim.korlantas.polri.go.id. Untuk pendaftaran secara online, cenderung lebih mudah dan praktis karena Anda dapat melakukannya di mana saja dan tinggal mengikuti instruksi-instruksi yang ditampilkan oleh laman tersebut. Dikarenakan kemudahan tersebut, maka artikel ini akan fokus untuk membahas cara membuat SIM C dan SIM A secara offline atau langsung datang ke kantor polisi terdekat. Berikut merupakan prosedur yang harus diikuti terkait cara membuat SIM C dan SIM A yang baru secara offline:

  1. Menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP)

KTP merupakan syarat utama di hampir setiap pembuatan dokumen-dokumen penting di Indonesia, tidak terkecuali untuk membuat SIM. Di dalam salah satu persyaratan yang harus dipenuhi, KTP merupakan dokumen pertama yang akan diminta untuk membuktikan bahwa Anda benar-benar Warga Negara Indonesia (WNI) yang legal. Yang harus Anda lakukan adalah memfotokopi dokumen ini sebanyak beberapa kali serta membawa dokumen yang asli apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Sebab, lebih baik berjaga-jaga daripada persyaratan administrasi yang kurang justru membuat Anda akan jauh lebih kerepotan.

  1. Membuat Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani

Setelah KTP, persyaratan administrasi kedua yang harus Anda siapkan adalah Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani. Surat keterangan sehat jasmani dikeluarkan oleh dokter sedangkan surat keterangan sehat rohani dinyatakan dengan surat lulus tes psikologis.

  1. Mengambil formulir permohonan

Setelah menyiapkan syarat-syarat administratif yang wajib Anda penuhi, kini saatnya Anda untuk mengambil formulir permohonan pembuatan SIM pada loket yang telah disediakan. Untuk mengambil formulir permohonan ini dikenakan biaya sebesar Rp 120.000,00 untuk SIM A dan Rp 100.000,00 untuk SIM C. Oleh karena itu, Anda harus membayar sesuai tarif yang telah ditetapkan untuk mendapatkan formulir permohonan tersebut.

Setelah membayar dan mendapatkan formulir permohonan, Anda wajib untuk mengisi data-data yang diminta pada formulir sesuai dengan kenyataan atau jujur. Kesalahan atau ketidaksesuaian pengisisan data bisa jadi membuat Anda repot di masa mendatang. Sehingga, benar-benar pastikan bahwa data yang Anda tulis di kolom formulir benar dan sesuai dengan kenyataan.

  1. Membayar asuransi

Setelah mengisi formulir pendaftaran, Anda akan ditawarkan untuk membayar premi asuransi sebesar Rp 30.000,00. Premi asuransi ini bersifat tidak wajib sehingga Anda tidak harus mengiyakan tawaran dari petugas.

  1. Mengikuti ujian

Setelah seluruh persyaratan administratif di atas Anda lewati, cara membuat SIM C dan SIM A yang paling menentukan apakah Anda dapat memperoleh SIM atau tidak adalah mengikuti ujian. Jenis ujian yang harus Anda ikuti untuk memperoleh SIM C dan SIM A adalah ujian teori, ujian praktek, dan/atau ujian keterampilan menggunakan simulator.

  • Ujian teori

Ujian teori merupakan ujian tahap pertama yang harus Anda lewati di dalam cara membuat SIM C dan SIM A. Ujian teori akan menguji pengetahuan umum Anda di dalam berkendara seperti pengetahuan akan aturan tertulis di jalan raya, rambu-rambu lalu lintas, dan lain sebagainya.

Apabila Anda lulus dalam ujian teori, Anda dapat langsung melanjutkan pada ujian tahap berikutnya yakni ujian praktik. Namun, apabila tidak lulus, Anda harus mengulang kembali ujian ini dalam jangka waktu 7 hari, 14 hari, atau 30 hari dihitung sejak ketidaklulusan Anda pada ujian teori. Apabila Anda mengikuti ujian lagi namun tidak lulus, tidak mengikuti ujian kembali, atau tidak datang lagi, maka biaya yang Anda bayarkan akan dikembalikan.

  • Ujian praktik

Setelah lolos pada ujian teori, Anda akan mengikuti ujian praktik. Seringkali, banyak orang yang gagal pada ujian tahap ini namun apabila Anda memang sudah benar-benar bisa mengendarai kendaraan bermotor, maka pasti Anda akan berhasil.

Sama seperti ujian teori, apabila Anda lulus pada tahap ini maka Anda dapat langsung melanjutkan ke tahap berikutnya yakni mengambil foto untuk SIM. Namun, apabila Anda tidak lolos, Anda harus mengulang ujian ini dalam jangka waktu yang telah disediakan.

  • Ujian keterampilan dengan simulator

Ujian jenis ini tidak selalu ada pada setiap pembuatan SIM melainkan hanya pada pembuatan SIM tertentu, tetapi tidak termasuk pada pembuatan SIM C dan SIM A.

  1. Melakukan tanda tangan, pengambilan sidik jari, dan foto SIM

Setelah Anda berhasil lolos pada setiap ujian, inilah saatnya Anda untuk melakukan foto SIM, pengambilan sidik jari, dan tanda tangan yang nantinya akan dicetak pada SIM Anda. Sedikit tips bagi Anda yang hendak foto SIM, sebaiknya Anda segera merapikan penampilan Anda ketika hendak mengambil foto karena biasanya proses pengambilan foto akan dilakukan dengan cepat sehingga Anda tidak memiliki banyak waktu untuk menata penampilan Anda dan penampilan Anda akan terlihat buruk. Ingat bahwa SIM ini akan Anda gunakan dalam jangka waktu 5 tahun sehingga buatlah foto SIM Anda serapi mungkin.

  1. Mengambil SIM yang sudah jadi

Setelah selesai melakukan pengambilan foto dan sebagainya, Anda tinggal menunggu beberapa waktu untuk menunggu proses pencetakan SIM Anda. Namun, tidak jarang juga Anda hanya akan mendapatkan surat keterangan telah membuat SIM dan SIM Anda akan selesai dicetak beberapa hari kemudian. Sehingga, Anda harus kembali lagi beberapa hari kemudian untuk kemudian mengambil SIM Anda yang sudah jadi.

Itulah 7 cara membuat SIM C dan SIM A yang harus Anda lewati. Mengingat pentingnya SIM dan seringnya terjadi operasi di jalan raya oleh pihak kepolisian, maka, ada baiknya apabila Anda merupakan seorang pengendara kendaraan bermotor untuk membuat SIM. Dengan memiliki SIM, Anda akan merasa lebih tenang saat berkendara di jalan raya karena status Anda sebagai pengendara dianggap legal oleh negara.

You May Also Like

About the Author: fath

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *