Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Mendaftarkan keberadaan kegiatan usaha Anda dan mendapatkan izin dalam menjalankan bisnis perdagangan merupakan salah satu langkah awal yang wajib Anda lakukan ketika Anda melakukan kegiatan usaha perdagangan. Di Indonesia sendiri, izin untuk menjalankan sebuah usaha perdagangan disebut Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Baik bagi usaha perseorangan, Firma, CV, PT, BUMN, Kooperasi, dan lain sebagainya diwajibkan untuk membuat SIUP. Tujuan dari pembuatan SIUP ini agar usaha tersebut mendapatkan pengakuan dan pengesahan dari Pemerintah. Sehingga, apabila ke depannya terjadi masalah berkaitan dengan perizinan, tidak akan mengganggu perkembangan dari usaha Anda. Baik pedagang regional skala kecil hingga pedagang dalam skala besarpun dianjurkan untuk memiliki SIUP. Namun, banyak orang yang mengabaikan anjuran ini karena beranggapan bahwa SIUP tidak penting bagi pedagang-pedagang kecil dan justru hanya menguras dana. Artikel ini pun hadir untuk memberikan informasi terkait dengan cara membuat SIUP dan manfaat-manfaat yang diberikannya.

Manfaat SIUP

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh apabila tempat usaha Anda memiliki SIUP, yakni:

Sebagai sarana perlindungan hukum

Dengan memiliki SIUP, tempat usaha Anda akan dicap legal oleh Pemerintah. Sehingga, terhindar dari tindakan penertiban, juga memiliki kekuatan hukum apabila ada pihak lain yang dengan sengaja mengganggu usaha Anda.

Sebagai syarat peminjaman modal usaha

Apabila Anda berniat untuk meminjam dana ke bank sebagai modal usaha Anda, maka SIUP ini menjadi salah satu syarat wajib yang harus Anda miliki dalam pengajuan kredit modal usaha.

Sebagai syarat mengikuti tender dan lelang

Sebagai sarana pendukung usaha ekspor dan impor

SIUP menjadi syarat pendukung untuk melaksanakan kegiatan impor maupun ekspor oleh perusahaan Anda.

Sebagai sarana promosi dan meningkatkan kredibilitas usaha

Dengan memiliki SIUP, masyarakat akan lebih percaya dengan usaha Anda karena statusnya yang legal.

Jenis dan Tempat Membuat SIUP

Terdapat 3 jenis SIUP yang dikelompokkan berdasarkan besar modal yang digunakan dalam mendirikan usaha, yakni:

  • SIUP Besar: untuk perusahaan dengan modal lebih dari Rp 500.000.000,00
  • SIUP Menengah: untuk perusahaan dengan modal antara Rp 200.000.000-Rp 500.000.000,00
  • SIUP Kecil: untuk perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih pemilik lebih kecil atau sama dengan Rp 200.000.000,00

Untuk tempat mengurus SIUP sendiri dapat dilakukan di Kantor Dinas Perdagangan di tingkat kabupaten atau kota. Dapat juga dilakukan di Kantor Pelayanan Perizinan setempat.

Persyaratan Administrasi Untuk Membuat SIUP

Anda haruslah mempersiapkan dokumen tertentu untuk memenuhi persyaratan administrasi. Persyaratan ini pun berbeda, dibedakan berdasarkan jenis atau bentuk usaha yang akan Anda daftarkan. Pembagiannya sebagai berikut:

  1. Persyaratan administrasi untuk membuat SIUP untuk Perseroan Terbatas (PT)
    1. Fotokopi KTP Direktur Utama atau Penanggung Jawab Perusahaan atau pemegang saham.
    2. Fotokopi KK jika penanggungjawabnya adalah seorang perempuan.
    3. Fotokopi NPWP
    4. Surat Keterangan Domisili atau SITU
    5. Fotokopi Akta Pendirian PT yang disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM
    6. Fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum dari Menteri Hukum dan HAM
    7. Surat Izin Gangguan (HO)
    8. Izin prinsip
    9. Neraca perusahaan
    10. Pasfoto Direktur Utama atau Penanggung Jawab atau Pemilik Perusahaan dengan ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar
    11. Materai Rp 6.000
    12. Izin teknis dari instansi terkait jika diminta
  2. Persyaratan administrasi untuk membuat SIUP untuk Kooperasi
    1. Fotokopi KTP Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas Kooperasi
    2. Fotokopi NPWP
    3. Fotokopi Akta Pendirian Kooperasi yang telah disahkan instansi berwenang
    4. Daftar susunan Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas
    5. Fotokopi SITU dari Pemerintah Daerah (Pemda)
    6. Neraca kooperasi
    7. Materai Rp 6.000
    8. Pasfoto Direktur Utama atau Penanggung Jawab atau pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar
    9. Izin lain yang terkait (apabila usaha Anda menghasilkan limbah, Anda harus memiliki izin AMDAL dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah setempat).
  3. Persyaratan administrasi untuk membuat SIUP untuk perusahaan perseorangan
    1. Fotokopi KTP pemegang saham perusahaan
    2. Fotokopi NPWP
    3. Surat keterangan domisili atau SITU
    4. Neraca perusahaan
    5. Materai Rp 6.000
    6. Pasfoto Direktur Utama atau Penanggung Jawab atau pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar
    7. Izin lain yang terkait
  4. Persyaratan administrasi untuk membuat SIUP untuk Perusahaan Perseroan Terbuka (Tbk)
    1. Fotokopi KTP Direktur Utama atau Penanggung Jawab atau pemilik perusahaan
    2. Fotokopi SIUP sebelum menjadi perseroan terbuka
    3. Fotokopi Akta Notaris Pendirian dan Perubahan perusahaan dan surat persetujuan status perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka dari Departemen Hukum dan HAM
    4. Surat keterangan dari Badan Pengawas Pasar Modal bahwa perusahaan yang bersangkutan telah melakukan penawaran umum secara luas dan terbuka
    5. Fotokopi Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP) tahun buku terakhir
    6. Pasfoto Direktur Utama atau Penanggung Jawab atau pemilik perusahaan dengan ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar

Untuk tempat kegiatan usaha yang bukan milik sendiri, haruslah dilengkapi dengan Surat Izin Pemilik sebagai bukti ketidakkeberatan penggunaan tanah atau bangunan yang dimaksud. Surat izin ini cukup ditandatangani di atas materai sehingga dapat menjadi bukti perjanjian sewa-menyewa antara pemilik tempat dengan pelaku usaha.

Tata cara membuat SIUP

  1. Mengambil formulir pendaftaran (surat permohonan) di Kantor Dinas Perdagangan

Sebagai pemilik usaha, Anda dapat langsung datang ke Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Pelayanan Perizinan setempat untuk mengambil formulir pendaftaran. Namun, apabila Anda hanyalah sebagai pihak ketiga (bukan pemilik usaha), wajib menyertakan surat kuasa yang bermaterai dan ditandatangani oleh pemilik (Pengurus atau Penanggung Jawab) perusahaan.

  1. Mengisi dan menandatangani formulir pendaftaran

Setelah mendapatkan formulir pendaftaran, isilah formulir tersebut dengan data yang sesuai dilengkapi dengan tanda tangan Pemilik atau Direktur Utama atau Penanggung Jawab perusahaan di atas materai Rp 6.000. Setelah lengkap, fotokopilah formulir tersebut sebanyak 2 kali dan lampirkan bersama berkas-berkas yang menjadi syarat pengajuan.

  1. Membayar biaya administrasi

Untuk jumlah tarif pembuatan SIUP berbeda-beda antara kota satu dengan kota lain yang telah diatur oleh masing-masing Pemerintah Daerah (Pemda).

  1. Pengambilan SIUP

SIUP yang Anda buat biasanya akan jadi dalam jangka waktu 2 minggu. Setelah SIUP Anda jadi, biasanya petugas akan menghubungi Anda dan Anda bisa datang langsung ke kantor tempat Anda membuat SIUP tersebut untuk mengambilnya.

Demikianlah tata cara membuat SIUP yang ternyata sama sekali tidak sulit. Dengan mempertimbangkan keuntungan yang dapat Anda peroleh apabila membuat SIUP, tidak ada salahnya jika Anda segera mendaftarkan usaha Anda, meskipun usaha Anda tergolong usaha kecil. Dengan memperoleh status legal dari Pemerintah, akan banyak sekali manfaat yang Anda dapat serta terhindar dari berbagai masalah di kemudian hari.

You May Also Like

About the Author: fath

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *