Cara Mengurus E-KTP

Kartu Tanda Penduduk (KTP) merupakan salah satu dokumen wajib bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk membuktikan bahwa dirinya adalah benar-benar Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berusia 17 tahun ke atas. Bahkan seharusnya, sebagai warga negara yang baik, kita dianjurkan untuk selalu membawa KTP ke manapun kita pergi. Dengan kepemilikan KTP tersebut, tidak peduli Anda berasal dari daerah mana, yang pasti negara Indonesia telah menaungi status hukum Anda. Selain sebagai kartu penanda bahwa kita adalah WNI, KTP juga memiliki fungsi yang sangat penting sebagai syarat utama ketika kita hendak mengurus beberapa dokumen penting, misalnya adalah Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Paspor. Namun rupanya, masih banyak orang yang mengabaikan kepemilikan dokumen ini dan menganggapnya sebagai hal yang remeh. Saat ini, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern dan semakin baik, sudah bukan lagi saatnya Anda mengabaikan syarat kenegaraan terpenting yang satu ini. Apabila Anda masih bingung mengenai tata cara mengurus KTP karena adanya perubahan sistem menuju e-KTP, Anda tidak perlu khawatir. Sebab, artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai tata cara membuat e-KTP secara detail yang dapat menjawab segala pertanyaan dan kebingungan Anda terkait dengan hal ini.

Sebelum memasuki pembahasan mengenai tata cara membuat e-KTP, akan lebih baik apabila Anda mengetahui terlebih dahulu gambaran umum atau sedikit informasi mengenai latar belakang perombakan sistem catatan kependudukan di Indonesia menjadi e-KTP. Jadi pada mulanya, perubahan sistem e-KTP ini di latarbelakangi oleh tidak adanya data terpadu yang menghimpun data dari seluruh penduduk Indonesia pada sistem KTP konvensional. Kekurangan inipun banyak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk memiliki lebih dari 1 KTP atau dengan kata lain, memiliki lebih dari 1 identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Identitas ganda tersebut banyak dimanfaatkan untuk menghindari pajak, memudahkan pembuatan paspor (sebab paspot tidak dapat dibuat di sembarang kota), mengamankan korupsi, dan menyembunyikan identitas aslinya (banyak dilakukan oleh teroris). Selain itu, perubahan sistem menuju e-KTP juga bertujuan untuk menertibkan administrasi per individu di Indonesia sehingga setiap identitas dan mobilitasnya tercatat serta terpantau dengan benar dan jelas oleh negara.

Sebenarnya kartu identitas elektronik ini sendiri bukan lagi hal yang baru. Sistem ini telah banyak digunakan oleh beberapa negara di dunia. Sebagai contoh di negara-negara Timur Tengah, sistem ini telah digunakan oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Maroko. Sedangkan di negara-negara Eropa, negara yang juga menggunakan sistem ini ialah Austria, Belgia, Estonia, Italia, Finlandia, Serbia, Spanyol, dan Swedia. Di Asia sendiri, baru dua negara yang menerapkan sistem ini yakni India dan Tiongkok. Dan saat ini, Indonesia pun menyusul menggunakan sistem kependudukan elektronik ini.

Lalu, bagaimanakah cara membuat e-KTP tersebut?

Memasuki pembahasan yang utama, cara membuat e-KTP sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tata cara pembuatan KTP konvensional yang sudah berlaku sejak lama. Perbedaannya hanya terletak pada keharusan yang terkait untuk datang dan melakukan pengambilan sidik jari serta pemindaian retina mata. Pengambilan sidik jari dan pemindaian retina mata ini dilakukan agar tercipta data tunggal, yakni satu orang dengan satu identitas.

Berikut merupakan detail tata cara membuat e-KTP di Indonesia, yakni:

  1. Pertama-tama, pastikan terlebih dahulu bahwa kelurahan atau desa Anda telah mendukung layanan e-KTP. Apabila memang kelurahan atau desa tempat Anda tinggal belum mendukung layanan ini, Anda dapat secara langsung datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk memperoleh informasi lebih jelasnya.
  2. Datanglah ke kelurahan atau desa setempat dengan membawa syarat-syarat yang akan diminta, yakni berupa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Surat Pengantar RT/RW.
  3. Bagi Anda yang belum pernah memiliki KTP, Anda akan diminta untuk mengisi formulir terlebih dahulu – hal ini tidak perlu bagi Anda yang sudah pernah memiliki KTP. Kemudian, petugas akan memasukkan data dan foto Anda secara digital. Pastikan bahwa tidak ada kesalahan atau ketidaksesuaian data dengan KTP Anda.
  4. Petugas akan meminta Anda untuk membubuhkan tanda tangan pada alat perekam tanda tangan. Pastikan bahwa tanda tangan Anda tidak lagi berubah-ubah sebab, tanda tangan yang tidak sama dengan e-KTP akan menyulitkan Anda dalam membuat dokumen yang lain seperti Paspor, SIM, rekening bank, dan lain-lain.
  5. Melakukan pemindaian retina pada alat yang telah disediakan.
  6. Anda akan menerima Surat Panggilan dan pastikan bahwa surat ini ditandatangani serta distempel oleh petugas yang berwenang.
  7. Tunggu proses pencetakan selama kurang lebih 2 minggu. Apabila e-KTP telah selesai dicetak, Anda akan mendapat pemberitahuan dan dapat diambil pada Kelurahan/Desa setempat.

Demikianlah langkah-langkah yang harus Anda lewati sebagai tata cara membuat e-KTP. Perlu diingat bahwa pembuatan e-KTP ini tidak dipungut biaya sama sekali atau dengan kata lain, gratis bagi siapapun yang hendak membuat e-KTP. Anda perlu mempertanyakan apabila petugas memungut biaya sejumlah tertentu kepada Anda ketika Anda membuat e-KTP ini. Syarat yang diminta pun tidak terlalu sulit yakni hanya berupa KK dan surat pengantar dari RT/RW. Inilah saatnya bagi Anda untuk menjadi warga negara yang baik dengan mengikuti perubahan sistem kependudukan di Indonesia menjadi e-KTP. Apabila Anda masih belum mengubah KTP konvensional Anda, segerakan untuk mengubahnya menjadi e-KTP dengan melakukan perekaman terlebih dahulu. Adapun perubahan sistem ini demi kebaikan dan kemajuan bangsa ini sendiri dan tidak ada salahnya untuk mendukung Indonesia ke arah yang lebih baik dengan perubahan kecil seperti ini.

You May Also Like

About the Author: fath

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *