Cara Mengurus Surat Nikah

Hingga saat ini, memiliki pasangan sehidup semati yang diikat dalam ikatan pernikahan masih menjadi impian bagi banyak orang. Di Indonesia sendiri, negara yang terdiri dari banyak suku bangsa dengan adat istiadatnya masing-masing, ritual menikah pun juga sangat beragam bergantung kepada adat mana yang digunakan dalam upacara pernikahan. Namun, secara garis besar, persiapan pesta pernikahan menjadi suatu hal yang cukup memusingkan banyak kalangan. Terlepas dari seluruh kemegahan pesta pernikahan tersebut, hal paling esensial yang harus diperhatikan pertama kali ketika menikah adalah cara mengurus surat nikah.

Banyaknya dokumen yang menjadi syarat administratif surat nikah menjadikan banyak orang yang menawarkan jasanya untuk membuatkan surat nikah. Sehingga, kedua calon mempelai dapat fokus pada persiapan pesta pernikahan seperti pemilihan busana, dekorasi, katering, dan lain-lain. Namun, bagi Anda yang ingin menikmati sendiri cara-cara mengurus surat nikah, artikel ini akan memberikan informasi terkait apa saja yang dibutuhkan dalam mengurus surat nikah tersebut.

Prosedur pertama dalam prosesi pernikahan di KUA  mengharuskan Anda untuk memenuhi beberapa syarat administratif yang diajukan, antara lain:

  1. Surat Keterangan untuk menikah dari RT/RW sesuai domisili
  2. Surat Keterangan dari RT/RW tempat tinggal yang kemudian berfungsi sebagai Surat Keterangan Asal Usul
  3. Surat Persetujuan Menikah dari kedua calon mempelai
  4. Surat Keterangan Tentang Orang Tua kedua calon mempelai
  5. Surat Pemberitahuan Kehendak Menikah, apabila calon pengantin berhalangan untuk menghadiri acara pernikahan dapat diwakili oleh wali atau wakilnya
  6. Bukti imunisasi Tetanus Toxoid I, kartu imunisasi, dan imunisasi Tetanus Toxoid II pada calon mempelai wanita dari Puskesmas
  7. Biaya pencatatan menikah sebesar Rp 30.000,00
  8. Surat Izin Pengadilan, apabila salah satu atau kedua calon mempelai tidak mendapatkan izin dari orang tua
  9. Pas foto ukuran 2 x 3 dan 3 x 4 dari kedua calon mempelai, masing-masing berjumlah 6 buah dengan latar belakang foto berwarna biru (sesuai dengan Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/1142/2013).
  10. Dispensasi dari Pengadilan bagi calon mempelai pria yang berusia di bawah 19 tahun dan bagi calon mempelai wanita yang berusia di bawah 16 tahun.
  11. Surat Izin dari Atasan, apabila salah satu atau kedua calon mempelai merupakan anggota TNI/Polri
  12. Surat Izin Pengadilan bagi calon mempelai pria yang hendak beristri lebih dari 1
  13. Akta Cerai atau Kutipan Buku Pendaftaran Talak atau Buku Pendaftaran Cerai apabila salah satu atau kedua calon mempelai bercerai sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989
  14. Surat Keterangan tentang Kematian suami/istri yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat berwenang bagi janda atau duda yang akan menikah.

Untuk biaya pernikahan sendiri saat ini telah diatur dalam PP Nomor 48 tahun 2014 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang menyatakan bahwa, apabila proses menikah dilakukan di kantor KUA pada jam kerja kantor, maka biaya pernikahan adalah gratis. Sedangkan apabila proses menikah dilakukan di KUA atau di luar KUA dalam waktu di luar jam kerja, akan dikenakan biaya administratif sebesar Rp 600.000,00.

Adapun beberapa tips untuk Anda yang hendak melangsungkan prosesi pernikahan, adalah di bawah ini:

  1. Menentukan Lokasi Akad Nikah

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah menentukan lokasi akad nikah. Lokasi akad nikah ini perlu Anda pertimbangkan dengan baik sebab hal ini akan menentukan jenis surat atau dokumen yang harus Anda siapkan. Apabila lokasi akan nikah berbeda dengan lokasi KTP domisili, Anda harus mengurus surat rekomendasi dari KUA yang sesuai dengan KTP yang Anda miliki.

  1. Menyiapkan Dokumen atau Syarat Administratif

Setelah menentukan lokasi dilangsungkannya akad nikah, hal selanjutnya yang harus Anda lakukan ialah menyiapkan dokumen atau syarat administratif untuk pencatatan pernikahan yang telah dijelaskan di atas. Bagi Anda yang akan menikah dengan Warga Negara Asing (WNA), maka, ada beberapa tambahan dokumen yang harus Anda lengkapi, yakni:

  • Surat Tanda Melapor Diri (STMD) dari Kepolisian
  • Surat Keterangan Model KII dari Dinas Kependudukan apabila sudah tinggal lebih dari 1 tahun di Indonesia
  • Tanda lunas pajak bansa asing apabila tinggal lebih dari 1 tahun di Indonesia
  • Fotokopi paspor
  • Fotokopi akta kelahiran atau dokumen sejenis
  • Surat Keterangan Izin masuk sementara dari kantor imigrasi
  • Surat Keterangan dari Kedutaan atau perwakilan diplomatik negara yang bersangkutan.

Bagi Anda yang hendak menikah dengan WNA, Anda juga dapat membuat surat perjanjian pemisahan harta atau premarital agreement yang nantinya berguna untuk memastikan status kepemilikan rumah setelah menikah. Namun, surat ini bersifat tidak wajib, dengan kata lain hanya jika Anda berkehendak.

  1. Memperhatikan alur atau prosedur

Alur yang telah ditentukan oleh Kementerian Agama untuk menikah di KUA adalah:

  • Mendatangi Ketua RT untuk mengurus Surat Pengantar ke kelurahan
  • Mendatangi kelurahan untuk mengurus Surat Pengantar Nikah ke KUA
  • Apabila pernikahan akan dilangsungkan kurang dari 10 hari kerja sejak waktu pendaftaran, Anda harus meminta dispensasi dari kecamatan
  • Membayar biaya akad nikah apabila prosesi akad nikah dilakukan di luar KUA
  • Menyerahkan bukti pembayaran ke KUA
  • Mendatangi KUA tempat akad nikah untuk melakukan pemeriksaan surat-surat dan data calon pengantin beserta wali nikah
  • Melaksanakan akad nikah sesuai dengan tempat dan waktu yang telah disetujui

Demikianlah beberapa informasi yang dapat disampaikan terkait dengan cara mengurus surat nikah. Harus diakui bahwa dokumen-dokumen yang harus dilampirkan memanglah sangat banyak dan rumit, serta membutuhkan banyak waktu untuk mengurusnya. Namun, pemenuhan dokumen ini dapat menjadi tantangan sendiri bagi Anda dan pasangan dan melatih kerja sama di antara keduanya.

You May Also Like

About the Author: fath

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *