Mendaftar BPJS dan Iuran yang Harus Dibayarkan

Mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan memberikan banyak keuntungan bagi Anda. Melalui BUMN yang telah dioperasikan semenjak 1 Januari 2014 tersebut, seluruh masyarakat dan Pemerintah saling bahu membahu demi memberikan jaminan pelayanan kesehatan bersama-sama melalui sistem subsidi silang. Secara umum, peserta BPJS Kesehatan dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar berdasarkan kepada asal pembiayaannya. Kelompok pertama adalah Penerima Bantuan Iuran (PBI), yakni kelompok masyarakat yang tergolong memiliki kesulitan ekonomi. Melalui BPJS Kesehatan, Pemerintah secara langsung memberikan kartu anggota dan bagi peserta pada kelompok ini tidak perlu membayar iuran. Seluruh pembiayaan bagi peserta PBI berasal dari subsidi silang peserta lain dan bantuan dari Pemerintah. Sedangkan kelompok yang kedua adalah kelompok non-PBI, yakni mereka yang mendaftarkan diri secara kolektif (seluruh anggota keluarga) ataupun yang secara mandiri (individu) dan setiap bulannya diwajibkan membayar iuran sesuai dengan kelas yang dipilih.

Kemudian, bagaimanakah cara untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan?

Metode pendaftaran BPJS Kesehatan sendiri terbilang cukup mudah, karena dapat dilakukan melalui dua cara, yakni secara offline maupun secara online. Untuk pendaftaran via offline, calon peserta dapat secara langsung mengunjungi kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat dan  mengikuti alur pendaftaran di sana. Dan untuk pendaftaran via online, lebih praktis lagi, yakni calon peserta cukup membuka laman resmi BPJS Kesehatan dan memberikan data diri serta persyaratan yang diminta. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai cara mendaftar BPJS baik secara offline maupun secara online.

Cara Mendaftar BPJS Kesehatan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan (offline)

  • Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan, di antaranya fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi KTP, pasfoto 3 x 4, serta uang untuk membayar iuran bulan pertama – jumlah iuran tergantung dengan kelas yang Anda pilih.
  • Mengunjungi kantor cabang BPJS Kesehatan yang terdekat sambil membawa seluruh berkas yang telah disiapkan. Anda dapat mendaftarkan diri Anda secara individu ataupun mendaftarkan diri Anda dan anggota keluarga Anda secara kolektif.
  • Mengisi seluruh kolom formulir yang diberikan dengan data-data yang benar adanya. Apabila Anda menemui kolom yang kurang jelas atau kurang Anda pahami, segera mintalah petugas untuk memberikan penjelasan. Sebab, kesalahan di dalam pengisian data pada formulir pendaftaran bukan tidak mungkin menambah kerepotan Anda di kemudian hari. Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda mengisi formulir tersebut dengan benar dan sesuai dengan data yang sesungguhnya.
  • Menyerahkan formulir yang telah Anda isi dilampiri dengan berkas-berkas yang diminta kepada petugas untuk kemudian dilakukan pengecekan berkas oleh petugas.
  • Setelah petugas selesai melakukan pengecekan berkas dan tidak ada kesalahan pada berkas yang Anda berikan, petugas akan memberikan virtual account. Virtual account ini nantinya akan Anda gunakan untuk melakukan pembayaran iuran melalui bank yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
  • Setelah Anda selesai melakukan pembayaran iuran dengan jumlah yang sesuai dengan kelas yang Anda pilih, simpanlah bukti pembayaran tersebut untuk kembali diserahkan ke kantor BPJS Kesehatan. Bukti pembayaran pertama ini nantinya akan digunakan untuk mencetak kartu JKN.
  • Setelah Anda memperoleh kartu JKN, ini berarti Anda telah resmi menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Melalui Laman Resmi BPJS Kesehatan (Online)

Selain mendaftar via offline, Anda juga dapat mendaftar BPJS Kesehatan melalui cara online. Cara online ini tentu saja jauh lebih mudah dan lebih praktis bila dibandingkan dengan cara mendaftar BPJS via offline. Lalu, bagaimanakah tahapan-tahapannya?

  • Untuk mendaftar via online, pertama-tama Anda harus menyiapkan hasil scan beberapa berkas yang dibutuhkan yaitu KTP, Kartu Keluarga (KK), kartu NPWP, dan nomor rekening bank yang akan Anda gunakan untuk melakukan pembayaran. Akan lebih baik apabila rekening bank yang Anda gunakan adalah rekening bank yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, yaitu Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
  • Kunjungi laman resmi BPJS Kesehatan, kemudian pilih menu pendaftaran online yang tampil di halaman utama. Setelah Anda menyetujui persyaratan yang ada, Anda akan memasuki laman berikutnya yakni laman persetujuan pendaftaran.
  • Setelah mengisi kolom pada laman persetujuan pendaftaran, Anda akan memasuki laman kesertaan keluarga.
  • Setelah Anda mengisi seluruh data yang diminta pada dua laman tersebut, Anda akan memasuki laman yang berisikan formulir BPJS Kesehatan. Isi seluruh data yang diminta dan unggah berkas-berkas yang telah disiapkan sebelumnya.
  • Kemudian, Anda akan diberikan virtual account yang digunakan untuk melakukan pembayaran.
  • Setelah Anda selesai melakukan pembayaran, Anda akan dapat mencetak e-ID.
  • Bawalah e-ID yang telah dicetak ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat untuk kemudian dicetakkan kartu JKN yang menandakan bahwa Anda resmi menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Demikianlah cara mendaftar BPJS Kesehatan baik melalui online maupun offline. Selanjutnya akan dibahas lebih lanjut mengenai iuran yang dibebankan kepada peserta BPJS Kesehatan Non-PBI.

Iuran peserta BPJS Kesehatan

Seperti yang telah dijelaskan di awal, terdapat dua golongan peserta BPJS Kesehatan yakni mereka yang tidak perlu membayar iuran (PBI) dan mereka yang perlu membayar iuran (Non-PBI). Lalu, berapakah nominal yang harus dibayarkan oleh peserta?

Jumlah nominal yang wajib dibayarkan antara peserta 1 dengan yang lain tentunya berbeda-beda, tergantung dengan kelas yang dipilih oleh peserta tersebut. Untuk peserta kelas 1, iuran yang dibebankan sebesar Rp 80.000/orang yang harus dibayarkan setiap bulannya. Sedangkan peserta kelas 2 harus membayar Rp 51.000/orang setiap bulan. Dan peserta kelas 3 membayar Rp 25.500/orang setiap bulannya. Pembayaran ini dilakukan melalui bank yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Pembayaran dapat dilakukan melalui ATM atau pun melalui Teller Bank tersebut.

Kemudian, apabila Anda mendaftar sebagai Peserta dari Perusahaan (PPU), maka, besar iuran BPJS Kesehatan Anda adalah sebesar 5% dari gaji pokok Anda dengan alokasi 2% dibayar oleh pihak yang bersangkutan dan 3% dibayar oleh perusahaan tempat Anda bekerja.

Demikianlah penjelasan mengenai cara mendaftar BPJS Kesehatan sekaligus infomasi mengenai iuran BPJS Kesehatan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Dengan mendaftarkan diri Anda di BPJS Kesehatan, secara tidak langsung Anda telah mendukung program Pemerintah dengan melakukan subsidi silang bagi mereka yang membutuhkan.  Dengan begini, jaminan kesehatan rakyat Indonesia pun akan semakin baik setiap harinya.

You May Also Like

About the Author: fath

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *